Target Ekspor Pulp & Paper Meleset
JAKARTA - Target ekspor industri kertas dan bubur kertas (pulp) sebesar USD4,5 miliar tahun ini diperkirakan meleset. Kenaikan harga minyak mentah dunia yang menembus USD92 per barel dan berkurangnya pasokan kayu dunia menjadi penyebabnya.
“Produksi kita menurun dan tidak ada kelebihan stok kayu untuk dijual ke pasar Asia, sehingga saat ini produk milik Indonesia tidak ada di sana,” kata Ketua Presidium Asosiasi Pulp & Paper Indonesia (APKI) Muhammad Mansur di Jakarta, Jumat (26/10/2007).
Mansur mengatakan, kondisi ini telah terjadi sejak tiga bulan lalu. Penyebabnya dipicu dihentikannya kegiatan penebangan pohon di sejumlah kawasan Hutan Tanam Industri (HTI) di Indonesia, contohnya di Riau.
Sebenarnya, ujar Mansur, kendala pasokan bahan baku tidak hanya dialami Indonesia. Beberapa negara produsen kertas dan bubur kertas dunia juga menghadapi hal serupa. “Industri kertas Eropa dan Amerika Utara tidak bisa bersaing karena tingginya harga bahan baku. Akibatnya stok dunia berkurang dan membuat harga kertas naik,” paparnya.
Saat ini, harga pulp di pasar dunia mencapai USD700 hingga USD800 per ton. Sementara kenaikan per bulan berkisar USD20 hingga USD30 per ton.